Ringkasan Tarikh dalam Tiga Bagian
I
Tigabelas Januari, katamu
Pada bait-bait sajak yang belum kau selesaikan
Dan nafas panjang yang kau hirup-hembuskan
Aku menggenggam pergelangan tanganmu
Dalam pelarian ini tak ada istilah yang diperdebatkan
Kekalahan adalah satu-satunya yang bisa diterima
Dalam pusaran siklus Desember yang menjebakmu
Kemarahan adalah badai yang mekar dari gersang gelisahmu
II
Yang berdesakan di sudut rima
Yang menjejali sela-sela ingatan
Pada cermin dan besi yang memantulkan binar gemintang
Apa yang berkerlip adalah noktah di petala semesta
Tiga buah kata, sudah terlalu sering direpetisi
November dan preambul yang mengabarkan padamu ihwal perselisihan sederhana
Pertikaian yang berlangsung sekejap di sore kala itu
Aku memejam, memeram gagasan
III
Pengecut yang melarikan diri dari jerat dan muslihat
Bukan kau, duduklah saja dulu
Urusan sepele yang tak pernah sanggup kauselesaikan
Pemakluman yang mendingin seperti siut kencang
Bergemerisik, merisak, debu yang bergesekan
Ketidaknyamanan, rasa bersalah, rutuk tanpa latar belakang
Apa yang terputus, yang kautangisi
Jangan, kataku, duduklah
Tigabelas Januari, datang.
Komentar
Posting Komentar