Waktu yang Sempit dan Sedikit
Sebetulnya, sejak kemarin2, berminggu2 kemarin, saya berniat ingin mengisi blog ini dengan apa yang menurut teman pak AS Laksana adalah kebahagiaan yang bisa mendatangkan rezeki. Sayang sekali, rasa kantuk saya ternyata lebih perkasa dan ia menggagahi i'tikad menulis sebelum tidur yang saya canangkan sejak lama.
Oleh sebab itu, agar blog ini tidak terkesan tidak terurus, malam ini saya akan berbagi oleh2 sepulang ngaji:
Makhluk yang banyak digunakan sandaran bersumpah (muqsam bih) dalam al-Qur'an salah satunya waktu. Misal: [wal-layli idza yaghsya, wan-nahari idza tajalla; wad-dhuha; wal-'ashr; was-shubhi; dsb.]. Mengisyaratkan bahwa manusia harus memperhatikan waktu.
Sebagaimana dawuh Imam Ghazali dalam Bidayah al-Hidayah. Yang terjemahan bebasnya kurang lebih:
"Waktumu adalah modal utama yang kau belanjakan (pada amal saleh) untuk memperoleh kebahagiaan akhirat. Ia bagai intan permata yang tak ternilai harganya. Maka ketika kau melewatkannya, tak ada yang bisa menggantikannya."
Manfaatkan waktumu, bung. Ingat, al-Qur'an memerintahkan kita untuk membaca, maka kita turuti. Bacalah minimal satu buku sehari, kalau tak sanggup, setengah buku sehari, kalau tak sempat, setidaknya satu bab sehari, kalau tak bisa, dadiyo tanduran wae, lebih bermanfaat jika anda jadi tumbuhan.
Komentar
Posting Komentar