Drunken Motivated Loser
_"Every last person I've seen was the same way. Whether it was booze, women, or even God... family, the king, dreams, children, power... *they couldn't keep going unless they were drunk on something. They were all slaves to something*..."_
—Kenny Ackerman, Shingeki no Kyojin
Pertama-tama, mari kita sepakat bahwa motivasilah yang menggerakkan perilaku manusia, mendorong atau menarik mereka ke sebuah tujuan. Keberadaan motivasi ini menjadi penting karena ia menumbuhkan kekuatan yang kemudian menjadikan seseorang sanggup meraih tujuannya. Di sisi lain ia juga menjadi candu. Tanpa motivasi, hampir mustahil seseorang tergerak menggapai tujuannya. Karena itu mereka terus berpegangan pada "motivasi", terus dimabuk dan menjadi budak "motivasi". Orang yang _sober_ (tersadar) dari mabuk motivasi akan segera menyadari realita dan kehilangan ambisi mengejar tujuan.
Ini jika kita melihat motivasi melalui sudut pandang orang suram pemalas seperti saya.
Contoh dari definisi tadi adalah Tohno Takaki, Byousoku 5 Centimeters. Ia bergerak dan melakukan banyak hal atas dasar _"sense of urgency"_ yang tersisa dari penyesalan masa lalu.
Di sini saya sepakat dengan Kepala Suku, Puthut EA, yang menyatakan bahwa kenangan pahit jauh lebih kuat dari kenangan manis. Salah satu buktinya adalah kita terus mendokumentasikan hal-hal baik dalam hidup tapi tidak dengan hal-hal buruk. Kenapa? Karena kenangan buruk bisa dengan mudah menyerang kepala bahkan hanya dengan pemantik kecil. Tak perlu diabadikan, karena ia selalu ada.
_Onwards,_ Motivasi yang buruk–meski tujuannya baik–ternyata tidak sanggup membuat kita mencapai tujuan. Kita tahu, Takaki bekerja sangat keras, tapi tanpa pernah merasakan kepuasan meraih sesuatu dan akhirnya membentur batasnya, ia keluar.
Dari contoh tadi, kita bisa mengamati bahwa motivasi buruk yang lahir dari sudut pandang suram hanya akan berakhir dengan keputus-asaan. Jadi, mari kita coba pandang motivasi dari sisi terang.
Misal kita ingin menghafal suatu matan, maka kita butuh motivasi untuk ke sana. Dan motivasi yang kuat adalah yang punya unsur targhib dan tarhib, khauf dan raja'. Motivasi ini bisa datang dari banyak hal, minder melihat hafalan teman yang lebih banyak dan lancar misalnya. Dari perasaan inferior itu kita bisa merasakan pahitnya merasa bodoh, dan dari sana muncul keinginan untuk lepas dari ketidaknyamanan itu. Selagi mindset kita positif, bahkan hal-hal negatif bisa diubah jadi energi positif.
Di sini motivasi bisa jadi penting karena keberadaannya bersanding dengan wasilah2 lainnya dalam mencapai tujuan.
Komentar
Posting Komentar